LAMPUNG—PT Daya Radar Utama menggelar acara pemotongan plat baja pertama (first steel cutting) pembangunan tiga unit kapal angkut tank (AT) pesanan TNI Angkatan Laut di galangan unit Lampung, Jumat (21/4).

Acara dihadiri sejumlah pejabat TNI Angkatan Laut yakni  Asisten Logistik Kepala Staf TNI Angkatan Laut,  Laksamana Muda TNI Mulyadi SPi, M.A, Pati Sahli Itjenal  Laksamana Pertama Dadi Hartanto.

Hadir juga Kepala Dinas Pengadaan Angkatan Laut  Laksamana Pertama TNI Prasetya Nugraha S.T, Kepala Dinas Material Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Ir Azis Ikhsan Bachtiar M,Tr, Paban I Rensopsal   Kolonel Budianto serta Komandan Satgas Proyek Pengadaan Dalam Negeri Kapal TNI Angkatan Laut AT 5,6 dan 7  Kolonel Al Imran, Tr.

Adapun dari DRU hadir  Managing Director Agus Gunawan, Direktur PT DRU Ajid Gunawan, Direktur Teknik PT DRU Mohammad Affandy serta pejabat di lingkungan kerja perseroan.

Prosesi seremoni acara pemotongan plat baja pertama diawali dengan pernyataan dimulainya pemotongan plat baja dari Asisten Logistik Kepala Staf TNI Angkatan Laut dan dilanjutkan dengan penekanan tombol sirene dan penandatanganan berita acara.

Dalam sambutannya, Asisten Logistik Kepala Staf TNI Angkatan Laut,  Laksamana Muda TNI Mulyadi SPi, M.A berpesan agar pembangunan kapal ini dapat berjalan lancar, tepat waktu dan tepat mutu. Dia juga sempat memuji PT DRU sebagai salah satu galangan swasta terbaik di Indonesia.

Sedangkan Agus Gunawan mengatakan sangat bersyukur dan menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Markas Besar TNI Angkatan Laut, khususnya Asisten Logistik yang telah memberikan kepercayaan untuk  membangun kapal AT tersebut.

Sebelumnya DRU telah banyak belajar dari  membangun kapal  AT 3  KRI Teluk Bintuni yang kini telah beroperasi untuk mendukung kegiatan pertahanan nasional. “Saat ini, kami juga sedang membangun AT 4,” katanya.

Agus mengatakan kapal ini sangat spesial karena mampu meningkatkan nilai tambah, baik tehadap kami  maupun lingkungan tempat kami berada. Kami bangga bisa menjadi bagian dari success story untuk mewujudkan kemandirian alutsista nasional.

“Kami juga bangga,  nilai tambah dari proyek ini terhadap perekonomian masyarakat di sekitar galangan sangat tinggi karena  menyerap ratusan tenaga kerja, bahkan  100 persen pekerjanya adalah putera-puteri Indonesia,” tegasnya.