JAKARTA—PT Daya Radar Utama menyerahkan satu unit kapal tanker crude oil 17.500 LTDW Panderman kepada PT  Pertamina (Persero) di Unit Lampung,  guna memperkuat  armada kapal milik untuk kegiatan pengangkutan minyak mentah.

Dengan penyerahan ini, maka DRU menjadi galangan kapal swasta nasional pertama yang sukses membangun kapal tanker minyak mentah 17.500 LTDW.

Proses acara serah terima diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan sambutan Direktur Utama PT DRU,  Irjen Kementerian Perindustrian Soerjono dan  SVP Shipping PT Pertamina Alfian Nasution.

Sedangkan seremoni penyerahan diawali dengan penekanan tombol sirene, penandatanganan protokol penyerahan, pemecahan kendi dan pemotongan pita dan dilanjutkan dengan peninjauan kapal.

Direktur Utama PT Daya Radar Utama Amir Gunawan mengatakan tidak ada kata yang lebih tepat untuk menggambarkan proses acara ini selain rasa syukur dan rasa bangga kami sebagai anak bangsa yang sanggup menunaikan amanat yang diberikan PT Pertamina untuk membangun kapal tanker ini.

Kapal ini direncanakan akan memperkuat armada kapal Pertamina dalam membantu transportasi minyak mentah yang direncakanan sebesar 36,62 juta KL pada tahun 2017 sehingga dapat meningkatkan ketahanan pasokan energi nasional secara efisien.

Kapal PANDERMAN  merupakan kapal milik ke-69 Pertamina dari total 283 kapal yang akan dioperasikan oleh Pertamina pada tahun 2017 dengan tujuan menjamin keamanan pasokan energi di dalam negeri.

Kapal PANDERMAN ini direncanakan akan mulai beroperasi pada awal September 2017 untuk mengangkut crude oil dari dan ke pelabuhan Kilang/Unit Pengolahan Pertamina.

PT Pertamina sendiri saat ini memiliki proyek pembangunan kapal baru sebanyak 8 (delapan) kapal ukuran 17,500 Long Ton Dead Weight yang semuanya dibangun di dalam negeri.

SVP Shipping PT Pertamina Alfian Nasution mengatakan Komitmen Pertamina dalam mendukung pemberdayaan dan mendorong kemandirian industri perkapalan nasional diwujudkan dengan mempercayakan pembangunan kapal-kapal Pertamina di galangan kapal nasional sesuai dengan kapasitas, kapabilitas dan teknologi yang dimiliki oleh galangan kapal di Indonesia, sesuai program Pemerintah saat ini yaitu “Poros Maritim”.

Sejak tahun 2005 hingga saat ini, Pertamina telah men-deliver 15 kapal baru yang dibangun di galangan dalam negeri, dan akan bertambah menjadi 22 kapal jika seluruh proyek yang sedang berjalan ini berhasil di-delivery. (*)