Project Manager (Kepala Proyek) pembangunan kapal Roro KMP Lelemuku, satu dari dua kapal buatan PT Daya Radar Utama yang diresmikan Presiden Joko Widodo di Ambon, Provinsi Maluku, Azwar mengaku bangga menyaksikan peresmian kapal tersebut.

Azwar hadir langsung dalam acara peresmian dua unit kapal produksi PT Daya Radar Utama di Pelabuhan Yos Sudarso, Maluku oleh Kepala Negara. Kedua kapal tersebut akan dioperasikan dalam rangka mendukung program tol laut yang menjadi program andalan Pemerintah.

Saat dihubungi Corporate Communication PT Daya Radar Utama Tularji Adji , Project Manager KMP Lelemuku Azwar mengaku senang dapat menyaksikan langsung prosesi acara penandatanganan prasastri sebagai tanda diresmikannya kapal KMP Lelemuku dan KMP Tanjung Sole oleh Presiden Joko Widodo.

Menurut dia, dirinya sebagai kapro sangat terharu “Saya bangga, kapal yang kita bangun dapat diresmikan oleh Kepala Negara. Saya juga dapat bersalaman langsung dengan kepala negara saat itu. Ini luar biasa,” katanya.

Seperti diketahui,  Presiden Joko Widodo meresmikan dua unit kapal roro penyeberangan dengan bobot mati 500 gross tonnage (GT) yang merupakan bantuan Kementerian Perhubungan kepada Pemerintah Daerah Provinsi Maluku, Kamis (9/2).

Kedua kapal tersebut adalah KMP Tanjung Sole  yang merupakan buatan galangan kapal nasional  PT Daya Radar Utama  unit Lampung dan KMP Lelemuku buatan PT DRU unit Jakarta.

Peresmian kedua kapal  tersebut dilaksanakan di atas kapal KMP Lelemuku yang ditandai dengan penandatangan prasastri oleh Presiden Joko Widodo di deck car.  Seusai penandatangan prasastri peresmian, Presiden menyempatkan foto di atas rampdor kapal bersama sejumlah Menteri.

Presiden didampingi sejumlah Menteri Kabinet Kerja antara lain Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Koordinator bidang Maritim dan Sumber Daya Luhut B. Panjaitan  naik ke atas kapal KMP Lelemuku sekitar pukul 11.00 WIB dan meninggalkan kapal  setengah jam kemudian.

Kedua kapal roro penyeberangan tersebut berkapasitas  148 orang dan 19 unit kendaraan dan  akan digunakan untuk melayani rute perintis di Provinsi Maluku yakni lintas penyeberangan Namlea-Waisela dan lintas penyeberangan Saumlaki-Adaut-Letwurung.

Presiden Jokowi berharap, dengan adanya penambahan dua kapal tersebut, harga komoditas yang ada di kawasan Provinsi Maluku bisa mengalami penurunan yang siginifikan, mengingat adanya penambahan rute dan kapasitas yang diakomodir dua kapal tersebut. (aji)